Not sure am gonna write about this..
According to "who am i" (you can see it clearly by my blog's name).
Ada beberapa hal yang memancing saya berpikir terlalu dalam akan hal ini.Yang pertama,teori opa Maslow di modul KSPK (Kapita Selekta Pengembangan Kepribadian,sejujurnya dari hati sanubari saya yang paling dalam saya bangga dapat mata kuliah ini karena tidak ada kampus lain di mana pun di dunia ini yang membuat mata kuliah ini).Sekilas tentang KSPK,jadi KSPK itu mata kuliah 2sks yang hanya bisa didapat di semester 6,atau semester terakhir untuk D3 Reguler untuk jurusan saya (karena kampus saya mata kuliahnya paketan,ga ada istilah SP aka Semester Pendek apalagi cepet2an tamat),Jadi KSPK ini tujuan membentuk pribadi yang berintegritas,bertanggung jawab,rasional,dan humoris (yang humoris ini saya dapat karena semua mahasiswa secara bergiliran pasti dapat kesempatan untuk stand up comedy,dan ada gamesnya di tiap pertemuan).Asikk kan? :D Nah,salah satu bab di mata kuliah itu ada menyinggung soal kebutuhan manusia.Banyak teori-teori di sana,baik yang menyinggung tentang apa yang mendasari kebutuhan hidup manusia,bagaimana pemenuhannnya,tingkat kebutuhan manusia,dan daya upaya manusia dalam pemenuhan kebutuhannya.Yang paling nyantol di kepala saya adalah teori opa Maslow.
Ringkasnya,opa Maslow membagi 5 tingkatan kebutuhan manusia dari yang paling bawah,yaitu:
1.Kebutuhan Fisiologis (makan,minum,pakaian,sandang,papan,bab,bak,dll)
2.Kebutuhan akan keamanan (ngerti lah ya)
3.Kebutuhan akan kasih sayang (dicintai dan mencintai)
4.Kebutuhan akan dihargai (baik oleh diri sendiri dan atau orang lain)
5.Kebutuhan akan aktualisasi diri (kebutuhan dikenal orang karena soft skill yang dimiliki)
Terus alasan yang kedua yang bikin saya tertarik menulis tentang ini adalah bahasan dengan 4orang teman dan seorang yang dituakan beberapa minggu yang lalu tentang "Cukup" dan "Puas"(yang ini gak usah dibahas lebih lanjut,mereka nanti kegeeran kalau namanya tercantum di blogku). :P
Yang ketiga,sms seorang yang dituakan diantara kami ber-7(awalnya saya berharap ditraktirin sama dia weekend ini) malah jadi ngebuat untuk berpikir lagi,mengulas lagi tentang hal ini...Payah bah!!
Pertanyaan yang menggelayut manja di otak saya adalah,apakah diagram Maslow itu sudah sangat mencerminkan kebutuhan manusia.Maksud saya,apakah setelah 5kebutuhan itu terpenuhi,sang manusia tersebut akan berani mengatakan cukup?
Layaknya perusahaan,sangat jarang ada perusahaan yang jika labanya tinggi tidak melakukan ekspansi bisnis ntah itu investasi ke perusahaan lain atau membuat branch atau memperluas scope perusahaannya.
Ternyata,setelah saya telaah pelan-pelan sambil makan opor ayam yang cabenya lebih banyak daripada kuahnya ini,orang-orang yang berada di posisi teratas yang tidak lagi mengkhawatirkan makan apa besok,harta bendaku aman gak ya,dan lain-lain biasanya bakal lebih banyak berderma dan mikirin orang lain,gunanya apa?Lagi-lagi ini menurut pengamatan saya,kepuasan dalam memberi itu sangat melegakan jiwa pada dasarnya dan mungkin mereka baru akan mengejar apa yang KEKAL jika semua kebutuhan duniawinya terpenuhi.
Mungkin hanya beberapa orang yang diberi TUHAN kesempatan sampai ke puncak Maslow kemudian menderma dan kemudian mencari harta yang KEKAL.
Benarkah demikian?Jangan tanya saya soal kebenaran,saya juga banyak salah...Kertas Kerja Konsolidasi saja saya tidak balance,apalagi ngomongin yang beginian. :P
Waktu saya ditanya sekarang apa yang paling kau inginkan di dunia ini,satu-satunya yang terlintas di kepala saya adalah "Cari dahulu KERAJAAN ALLAH dan kebenaran-NYA maka semua akan ditambahkan kepadamu."
Klise???
SANGATTT KLISEEE....apalagi buat yang sekarang masih di level 2 atau 3 diagram Maslow,atau bahkan di level 1 pun.Atau yang berada di level 5 mungkin juga mengalami hal yang sama,tidak tau apa yang diinginkannya di dunia ini karena semua telah tercapai,mungkin karena hatinya hampa dengan semua itu.
Hanya saja,akankah kita berani mengatakan ini KLISE jika kita dihadapkan dengan maut??Maut maksud saya adalah saat dimana kita tau waktu kita hidup sebentar lagi?
Akankah emas,berlian,tas hermes,ilmu,suami/istri,ayah/ibu,kekuasaan,dan soft skill kita dapat menjamin waktu kita bisa bertambah satu menit lagi di dunia ini?
Ya saya bukan orang suci,banyak orang di luar sana yang hidupnya jauh lebih layak dibilang suci daripada saya.Saya cuma pendosa yang dulu juga mengatakan KLISE akan hal itu.Saya mengejar harta benda,mengejar kenyamanan yang saya dapatkan dari orang yang salah,saya terlalu pede dengan kemampuan yang saya miliki.
Bukan..bukan maksud saya tidak boleh mengejar kehidupan yang lebih layak.Ya kalau manusia puas-puas saja dari dulu sampai sekarang,mungkin detik ini saya tidak akan menulis di notebook ini,mungkin kita masih menulis di papirus,atau komunikasi pake merpati pos?
Ketidakpuasan manusia penting untuk mendapatkan hal yang baru yang dapat memperbaiki kualitas hidupnya,tapi sampai titik manakah kita dapat mengatakan "CUKUP."
CUKUP dan PUAS menurut saya adalah dua hal yang berbeda..
CUKUP berarti anda sudah puas dengan yang ada,PUAS belum tentu itu cukup untuk anda.
Sebagai contoh,pernah dengar review pertandingan sepakbola misalnya "Manchester United harus PUAS dengan hasil imbang 0-0."
Tidak pernah ada review pertandingan,"Real Madrid harus menCUKUP diri dengan hasil kali ini.."
Si MU mungkin butuh menang minimal 1-0 supaya bisa lolos ke babak selanjutnya,tapi hasilnya tidak seperti yang mereka harapkan.
Jadi kesimpulannya CUKUP berarti semua kebutuhan sudah terpenuhi (full stop) kalau sudah terpenuhi pasti PUAS (ya kalau ga puas,berarti maruk) sementara PUAS belum tentu semua kebutuhan terpenuhi.
Sudaahh...saya mau galawww AKL 1 & 2 dan banyak mata kuliah lainnya dulu.
TUHAN YESUS memberkati. :)
Kirain mau bikin membuat makanan dengan tangan sendiri 😐
BalasHapus