Selasa, 24 September 2013

Izinkan Saya Mengeluh

Izinkan saya mengeluh sekali ini saja...
Sebelum melanjutkan membaca,mohon diperhatikan beberapa point di bawah ini:

  1. Tulisan ini berisikan keluhan saya,jika anda seseorang yang tidak pernah mengeluh dan atau menganggap orang yang mengeluh di blog itu lemah,cupu,dll,lebih baik tidak melanjutkan membaca ini.
  2. Jangan anda mengaitkan tulisan ini dengan tulisan-tulisan saya yang sebelumnya,anda salah...Saya masih berjuang sampai di titik terakhir nanti saya tidak diperbolehkan berjuang lagi.
  3. Tulisan ini berisi keluhan,karena saya manusia biasa yang lemah dan merasa letih.Mungkin dengan menulis seperti ini,mugkin dapat sedikit mengurangi keletihan saya yang lumayan juga kalau diitung-itung.
Bahkan saya tidak tau mau memulai dari mana...
Hahahaha...
Saya cuma ingin bercerita bagaimana saya perjuangan saya dari yang utang 11mata kuliah,sekarang tinggal 3 mata kuliah (Etika PNS,Budaya Nusantara,Administrasi Keuangan Negara)..Teman saya bilang,"Cupu kali tiga mata kuliah...Buatmu sekali babat habislah itu 3mata kuliah..." Saya tersenyum kecut.Kecut karena saya senang masih ada yang percaya dengan kemampuan akademis saya,sedih karena memang keadaannya begini,saya harus bersabar untuk PKL (kemungkinan menunggu teman-teman yang kebetulan kemaren kurang beruntung di semester 6) karena 3 mata kuliah ini.Tidak,saya tidak pernah menganggap enteng kepada satu ilmu pun yang ada di dunia ini.Tidak juga saya merasa sombong,jumawa,belagu,apalah itu...Saya menghargai setiap ilmu di dunia ini,karena saya dan saudara-saudara saya dididik alamarhum ayah kami untuk jadi orang yang haus ilmu pengetahuan(bukan ilmu hitam atau putih).

Tulisan ini lebih didasari oleh rasa letih saya selama 5bulan ini.
Rasa letih saat saya harus belajar memahami,membaur dengan 4kelas(dengan 30 orang di masing-masing kelas),belajar mengaktifkan lagi otak saya yang beristirahat hampir 9 bulan.
Rasa letih ketika saya menyadari ternyata saya sendirian menghadapi ini.
Rasa letih ketika saya harus kuliah sambil lari-lari.Lari-lari maksud saya di sini adalah karena saya menumpang di 4 kelas yang berbeda spesialisasi,dimana jika normalnya mahasiswa itu kuliah ya kuliah dari awal masuk kelas sampai kelas berakhir,saya harus permisi di tengah-tengah kuliah sedang berlangsung (padahal saya sedang asik dengan mata kuliah itu) untuk pergi ke kelas yang lain yang jadwal kuliahnya kadang cuma beda 1 jam atau kadang juga pada jam yang sama.
Rasa letih ketika saya harus UAS di hari bahkan jam yang sama dengan dengan jadwal kuliah,belum cukup,hari itu kelompok saya harus presentasi.Bisa kebayang bagaimana ribetnya mengatur otak untuk belajar UAS dan latihan presentasi.
Rasa letih ketika saya harus melapangkan dada lagi-lagi setelah dibuat tentang hal yang tidak jelas.
Rasa letih ketika saya harus mengelus dada dan menutup telinga saat teman-teman saya ngobrolin masalah wisuda,yudisium,dan bahkan untuk satu kelas yang saya tumpangi,mereka akan PKL 2minggu lagi,sementara saya masih harus di kampus ini.
Rasa letih ketika saya melihat peraturan baru kemudian muncul ketakutan yang luar biasa itu bisa berlaku kepada saya.
Rasa letih dimana saya harus menolong teman saya, sementara saya belum terlalu kuat menanggung ini semua.
Rasa letih karena harus diam,membungkam daripada jadi masalah yang lebih besar.
Rasa letih setiap kali terbangun pagi,dan menyadari saya bukanlah saya 1 tahun yang lalu,yang dengan luar biasanya bisa menyelesaikan,mendapatkan apapun yang saya mau.
Rasa letih setiap kali saya memikirkan dia,yang sudah tidak sekelas dan "sekelas" dengan saya.
Rasa letih yang berujung akan ketakutan akan kehilangan dia dan kemudian mengungkapkannya kepada dia,kemudian dia menenangkan tapi kenyataan tidak seperti yang dia katakan.
Rasa letih akumulatif tiap kali saya tidur ...
Rasa letih yang bahkan pernah membuat saya berdoa agar PENCIPTA saya menidurkan saya selamanya agar ini selesai.

Sudah...

Minggu, 15 September 2013

Selamat Datang,Adik-Adik...

Hari ini,tepatnya pagi tadi sekitar pukul 7-8 pagi WIB,saya terbangun,dan merasa lapar(tidak..tidak pakai joget-joget di lapangan, #krikk).Lepas sarung,pakai celana,pakai baju(seminggu belakangan ini saya tidur cuma pakai sarung karena gerah,panas,dan butuh tatih tayang).Berjalan dengan mata masih sendu,diiringi yawning mendesah beberapa kali layaknya kebo lagi..ya gitulah.,ke arah pemberi gizi dan nutrisi untuk penghuni Kalimongso,khususnya mahasiswa sebut saja STAN,yaitu Bude Pur untuk meminta asupan gizi dan nutrisi pagi seperti biasa.Dengan perjuangan yang sangat berat;jalanan mendaki,turunan tajam,belokan maut,akhirnya saya sampai di warung Bude Pur.Ada beberapa keanehan yang saya dapati di sana,di KFC(Kalimongso Food Court,entah siapa yang pertama kali mencetuskan istilah ini...food court?food court apaan?Yang ada 3 warung makan,salah satunya dan yang paling famous sejagat raya ya jelas Bude Pur ,yang menunya sama semua,ada warkop 24 jam 1 biji,ada warung Gendhis yang vetsinnya menggugah selera...Maaf pak,saya harus jujur,vetsin anda kebanyakan,mending kasih racun tikus aja sekalian,Pak.Puas bapak tampar saya??Tamparrr lagi pakkk...tamphyarrr....)
Oke balik lagi ke keanehan di KFC hari ini,
Biasanya saya ke sana,suasana lengang,dan kalau pun ada yang nongkrong di depan warkop pasti ada yang saya kenal minimal 1 orang.Tadi,semua tempat duduk penuh,yg di dalam,di luar,dan lebih anehnya,tak ada satu pun manusia di sana yang saya kenal.Pengecualian untuk bude pur,suaminya,dan handai taulannya yang sering curhat2an tentang inflasi tinggi dan tingkat pertumbuhan ekonomi yang selalu gagal dicapai dari tahun ke tahun.Yang makan di sana bervariasi,ada yang muda,ada yang mukanya tuwak,ada yang emang udah tuwak...sungguh,saya berpikir saya sedang bermimpi (yang ini beneran) dan sedang ada di tempat antah berantah sebagai visualisasi KFC selama ini.
Setelah lama,diem...sambil merenungi mengapa kebanyakan LKPD susah mendapatkan opini WTP,akhirnya saya sadar kalau mereka ini calon maba-miba kampus saya,sebut saja STAN.
Karena saya males dan merasa belum saatnya spotlight diarahkan kepada saya untuk adik-adik ini,jadi saya urungkan niat beli di bude pur, dan melangkahkan kaki ke gang jengkol,akhirnya bertemu teman SMA yang seangkatan juga masuk kampusnya,makan ketoprak sambil menikmati orang lalu lalang bawa koper...
Jam 11 siang,saya berangkat ke taman CD untuk KTB.Yak,seperti biasa,tradisi KTB,pasti selalu telat,tak terkecuali.....Di taman CD yang 1tahun ini saya kasih nama taman Calm Down,bikin hati galau jadi Calm Down karena gak ada suara berisik,tenang,menikmati angin sepoi-sepoi,kadang sambil mendengar lagu,sirnalah sudah....taman CD kembali menjadi taman CrowDed seperti awal saya menginjakkan kaki di kampus ini.Ada sekelompok teman-teman angkatan saya lagi main2 dengan perban di tengah taman (saya tidak tau jelasnya mereka sedang apa,daripada sok tau,mending anggep aja lagi main-main).
Saya tidak tau harus mencari inspirasi menulis dimana lagi setelah taman CalmDown kembali menjadi taman CrowDed.
Setelah itu,saya melihat para maba-miba itu dianter oleh orang tuanya bahkan ada yang lengkap dengan semua peralatan,mulai dari rice cooker,koper gede 3biji...
Ahhh....yang ini bikin iri saya dan mungkin beberapa teman seangkatan,mungkin juga beberapa kakak angkatan lain..
Dulu waktu pertama kali ke Bintaro,saya tidak diantar orang tua (boro-boro,mereka sibuk sama kerjaan,kalau mereka gak kerja,gue sama adek-adek gue makan pake apa?pake tangan?yakale,gue kanibal...) , dan cuma bawa 1 koper,dapet kosan juga asal2an(kosan pertama saya jauh jika dibandingkan dari kamar saya yang di Medan).
Sekarang,rata-rata mereka dianterin orang tuanya pake mobil bagus,dipilihin orang tuanya kosan yg layak huni,dibeliin semua perlengkapannya...ahhh,serasa anak STAN itu jadi orang-orang kaya semua sekarang ya.
Saya mengerti,sangat mengerti jika itu bisa dilakukan kenapa tidak?Kenapa harus susah-susah seperti saya,kalau bisa gampang?
Saya mengerti,saya sangat mengerti..
Saya tidak permasalahkan itu,apakah kalian siap jika saya katakan adalah,STAN tidak seindah yang kalian idam-idamkan selama ini?
Awalnya akan terasa indah,lulus USM,kuliah di STAN,lulus kuliah jadi PNS.Akan tetapi,pasti dan selalu ada saja faktor-faktor yang membuat itu tidak seindah cita-cita sebelumnya.Saya tidak ingin menjadi cengeng,dengan menangisi keputusan saya tidak mengambil kuliah kampus yang ada gambar Ganesha di pintu masuknya,atau kampus Hijau di kampung halaman saya.Saya sudah mengambil keputusan,seberat apapun itu nanti,harus saya tempuh dan saya selesaikan (minimal sampai ikatan dinas selesai.. :P).
Buat adik-adik saya,sebelum kalian melangkahkan kaki ke dalam gedung G untuk Daftar Ulang,pikirkan lagi,passion (hasrat jiwa) kalian ada dimana?Tolong,singkirkan alasan mau menolong orang tua,meringankan beban orang tua,,,INGAT!!seburuk-buruknya kalian,apapun cita-cita kalian,pasti didukung oleh orang tua kalian.Dan lagi,melihat kenyataan yang ada,sepertinya kalian bukannya meringankan orang tua,belum apa-apa udah ngerepotin orang tua buat bawa ini itu.Yakin mau meringankan beban orang tua?
Saya ingin bercerita kata-kata ibu saya yang selalu deg-degan tiap kali saya sms,"Mak,doakan aku ya,aku mau Ujian ini jam segini".Sungguh,mereka(orang tua kalian) jauh lebih berbeban berat tiap kali kalian mau UTS-UAS nantinya.
Please,jangan kecewakan mereka,jangan kecewakan kami kakak-kakak tingkat kalian dengan sikap manja kalian(ini saya lihat dari banyaknya pertanyaan ke akun twitter @bemstan_ yang isinya berulang,ulang,dan terlalu khawatir.3tahun yang lalu,saya cuma mengandalkan 2lembar kertas print-an syarat daftar ulang,tanpa banyak tanya siapa-siapa,saya bisa kok,semua berkas saya diterima dengan baik),jangan kecewakan masyarakat Indonesia yang membayar uang kuliah kalian,uang saku kalian nantinya kalau sudah tingkat akhir (yang ini gue belum dapet...gue mau uang saku...*pukul-pukul manja sekre* #kemudiandilotak ),jangan pikir kalian kuliah gratis!uang kuliah kalian dibayar sama setiap rakyat Indonesia melalui pajak,kalian punya tanggung jawab ke pengemis yang beli air mineral yang mungkin kalian anggap rendah.
Bersiaplah ditempa di kampus ini...saya tidak menjamin semuanya bakal lancar dan atau semuanya bakal susah,semua tergantung kalian.
Buktikan bahwa angkatan kalian,yang dikatain diterima sampe layer ke-5 ini,bisa tetap bertahan.

Selamat datang,,,dan mari belajar bersama-sama untuk menjadi punggawa keuangan RI.

Selasa, 20 Agustus 2013

Do You Believe??

Beberapa minggu ini,karena sangkin lowongnya jadwal kuliah (ya saya banyak maunya,dikasih jadwal kuliah,ngeluh..ga ada jadwal kuliah,ngeluh juga :P )saya jadi sering mengikuti secara diam-diam,istilahnya silent reader tweet-tweet dari beberapa akun anonim maupun yang tidak anonim.
Akun anonim biasanya memakai username yang cenderung netral dan atau yang lebih menyudutkan mayoritas.Kenapa?Tanya aja ke mereka...saya cuma silent reader.
Akun anonim ini biasanya cenderung ke arah atheist yang berusaha memahami segala sesuatu berdasarkan pengetahuan,HAM,rasional,dan normatif.
Sementara akun yang tidak anonim,berani memakai namanya langsung dan biasanya orang dalam dari satu partai dan atau organisasi yang mayoritas di Indonesia.

Sangat menarik membaca lini masa dua jenis akun ini.Yang satu,berlindung di bawah pengetahuan,jujur saja,saya jadi banyak tau dari akun anonim ini tentang sains,teknologi,bahkan sejarah.
Kemudian,akun yang tidak anonim biasanya sangat relijius dan berlindung di ayat-ayat kitab suci,yang ini saya kurang tau karena kebetulan saya bukan pemeluk agama mayoritas di Indonesia.

Masalah terjadi,ketika dua jenis akun ini saling berbeda pendapat.
Dari masalah ini,saya bahkan lebih takjub lagi...banyak hal di dunia ini yang bahkan saya belum tau,tapi mereka sudah tau.

Akan tetapi,jauh dari lubuk hati saya yang terdalam saya tidak ingin sama dengan salah satu dari dua akun tersebut.
Saya lebih memilih menjadi fusion dari dua akun tersebut.

Mengapa?
Karena,saya tidak mau menjadi orang yang mendustakan pencipta saya.Ya mungkin,agama adalah ciptaan manusia,buat saya agama hanyalah jalan menuju kesatuan dengan pencipta,either is wrong or right.
Terlalu banyak pengalaman iman yang saya alami selama hidup saya,saya sadar betul jika saya minta penjelasan kepada ilmuwan,pasti mereka dapat menjelaskan sampai ke teori-teori mikrokuantum yang bahkan baru saya dengar beberapa detik yang lalu.
Contohnya : saya masih penasaran,kenapa saya harus ke dokter di RS lain di Penang,sementara di Medan sudah sepakat kalau kalau mau ke RS yang biasa keluarga saya pergi ke sana.Kenapa sampai tante saya malah meminta saran ke pemilik kondominium lagi dan menerimanya,padahal sudah jelas ada dokter yang lebih terpercaya,yang pada akhirnya hanya buang-buang waktu dan uang karena penyakitnya tambah parah,dan kembali ke Penang untuk kedua kalinya tanpa meminta pendapat siapapun dan sehat kembali.
Siapa yang mengatur itu semua?Nitrogen?Helium?Aurum?Argentum?Yttrium?Ununquantanium?Saya pikir unsur dan senyawa kimia itu tidak akan bergerak jika tidak ada yg menggerakkannya.
Mengapa saya harus mencicipi kenyamanan dari orang yang salah menurut agama,padahal saya cukup beribadah?Siapa lagi yang mengijinkan itu terjadi?Aluminium?Metanol?Etanol?atau pecahan alkohol lain yang ada di muka bumi ini?
Mengapa almarhum ayah saya dikatakan terkena penyakit jantung,padahal beliau tidak pernah ada riwayat jantung.Sekitar seminggu sebelum beliau berpulang,beliau sempat menyetir sendiri ke luar kota untuk urusan pekerjaannya,sepulang dari sana dia mulai merasakan nyeri di dada.Apalagi itu yang membiarkan ayah saya menyetir sendiri ke luar kota?Bagaimana lagi itu bisa terjadi?Senyawa apalagi yang merengut ayah saya dari keluarga kami,tanpa ada tanda-tanda beliau sakit terlebih dahulu?Apakah Boron menyatu dengan Air Raksa yang membuatnya?

Dan saya juga tidak ingin menjadi pribadi yang mempunyai ketaatan yang membabi buta yang mengindahkan hubungan horizontal dan menuhankan hubungan vertikal saya.
Sangat menyedihkan jika saya menganggap orang lain sekelas di bawah saya hanya karena saya merasa saya taat,merasa agama saya paling benar,menganggap pemeluk agama lain tidak berhak hidup di muka bumi ini.Hanya saya dan agama saya...betapa memuakkannya diri saya jika saya melakukan itu.Dan betapa membosankannya hidup jika mempunyai teman yg tidak berbeda dgn saya.Mana mungkin saya bisa maju kalau tetap di dalam sangkar seperti itu
Betapa hinanya saya jika saya berani-beraninya menganggap orang lain hina padahal saya meyakini adanya TUHAN yang memberikan kehidupan.
Betapa gobloknya saya jika menyangka dengan mencaci agama lain,merendahkan agama lain,maka saya bisa masuk surga.(surga dan neraka,hmm...saya tidak tau ya,saya kurang percaya dengan konsep ini,tapi saya percaya adanya PENCIPTA,krn terlalu banyak nyawa dan hati yang terluka dalam sejarah kemanusiaan demi mengejar surga dan atau menghindari neraka).

Saya teringat suatu khotbah yang mengatakan bahwa,"TUHAN itu ada di dimensi yang tidak terbatas,sementara kita cuma berada di 5 dimensi.Bagaimana mungkin otak kita yang cuma mengerti 5 dimensi ini bisa paham akan TUHAN?"
Saya juga teringat satu lagi,kata guru SD saya dulu sewaktu mengajarkan teori evolusi Darwin.
"Bedanya agama dan sains itu ada dalam waktunya.Agama:Percaya dulu kemudian paham,sementara sains:"Mengalami dulu kemudian baru percaya."
Contohnya,tidak ada yg percaya bumi itu bulat sebelum dibuktikan itu sains.Percaya kepada YESUS berarti siap memanggul salib (penderitaan) itu baru iman.

Jadi,kesimpulannya...
Saya ingin fusion dari dua jenis akun itu;menjadi manusia yg takut akan TUHAN,menghargai kehidupan,dan mengembangkan kehidupan.

Sabtu, 06 Juli 2013

In My Life...

There are places I remember,
all my life, though some have changed
some forever not for better,
some have gone, and some remain,
all these places have their moments,
with lovers and friends, I still can recall,
some are dead and some are living,
In My Life, I've loved them all


But of all these friends and lovers,
there is no one, compares with you,
and these memories lose thier meaning,
when I think of love, as something new
though I know I'll never lose affection,
for people and things, that went before
I know I'll often stop and think about them,
In my Life, I love you more


though I know I'll never lose affection,
for people and things, that went before
I know I'll often stop and think about them,
In My Life, I love you more


In My Life, I love you more...

Kamis, 04 Juli 2013

I WANT...

Not sure am gonna write about this..
According to "who am i" (you can see it clearly by my blog's name).

Ada beberapa hal yang memancing saya berpikir terlalu dalam akan hal ini.Yang pertama,teori opa Maslow di modul KSPK (Kapita Selekta Pengembangan Kepribadian,sejujurnya dari hati sanubari saya yang paling dalam saya bangga dapat mata kuliah ini karena tidak ada kampus lain di mana pun di dunia ini yang membuat mata kuliah ini).Sekilas tentang KSPK,jadi KSPK itu mata kuliah 2sks yang hanya bisa didapat di semester 6,atau semester terakhir untuk D3 Reguler untuk jurusan saya (karena kampus saya mata kuliahnya paketan,ga ada istilah SP aka Semester Pendek apalagi cepet2an tamat),Jadi KSPK ini tujuan membentuk pribadi yang berintegritas,bertanggung jawab,rasional,dan humoris (yang humoris ini saya dapat karena semua mahasiswa secara bergiliran pasti dapat kesempatan untuk stand up comedy,dan ada gamesnya di tiap pertemuan).Asikk kan? :D Nah,salah satu bab di mata kuliah itu ada menyinggung soal kebutuhan manusia.Banyak teori-teori di sana,baik yang menyinggung tentang apa yang mendasari kebutuhan hidup manusia,bagaimana pemenuhannnya,tingkat kebutuhan manusia,dan daya upaya manusia dalam pemenuhan kebutuhannya.Yang paling nyantol di kepala saya adalah teori opa Maslow.
Ringkasnya,opa Maslow membagi 5 tingkatan kebutuhan manusia dari yang paling bawah,yaitu:
1.Kebutuhan Fisiologis (makan,minum,pakaian,sandang,papan,bab,bak,dll)
2.Kebutuhan akan keamanan (ngerti lah ya)
3.Kebutuhan akan kasih sayang (dicintai dan mencintai)
4.Kebutuhan akan dihargai (baik oleh diri sendiri dan atau orang lain)
5.Kebutuhan akan aktualisasi diri (kebutuhan dikenal orang karena soft skill yang dimiliki)
Terus alasan yang kedua yang bikin saya tertarik menulis tentang ini adalah bahasan dengan 4orang teman dan seorang yang dituakan beberapa minggu yang lalu tentang "Cukup" dan "Puas"(yang ini gak usah dibahas lebih lanjut,mereka nanti kegeeran kalau namanya tercantum di blogku). :P
Yang ketiga,sms seorang yang dituakan diantara kami ber-7(awalnya saya berharap ditraktirin sama dia weekend ini) malah jadi ngebuat untuk berpikir lagi,mengulas lagi tentang hal ini...Payah bah!!

Pertanyaan yang menggelayut manja di otak saya adalah,apakah diagram Maslow itu sudah sangat mencerminkan kebutuhan manusia.Maksud saya,apakah setelah 5kebutuhan itu terpenuhi,sang manusia tersebut akan berani mengatakan cukup?
Layaknya perusahaan,sangat jarang ada perusahaan yang jika labanya tinggi tidak melakukan ekspansi bisnis ntah itu investasi ke perusahaan lain atau membuat branch atau memperluas scope perusahaannya.
Ternyata,setelah saya telaah pelan-pelan sambil makan opor ayam yang cabenya lebih banyak daripada kuahnya ini,orang-orang yang berada di posisi teratas yang tidak lagi mengkhawatirkan makan apa besok,harta bendaku aman gak ya,dan lain-lain biasanya bakal lebih banyak berderma dan mikirin orang lain,gunanya apa?Lagi-lagi ini menurut pengamatan saya,kepuasan dalam memberi itu sangat melegakan jiwa pada dasarnya dan mungkin mereka baru akan mengejar apa yang KEKAL jika semua kebutuhan duniawinya terpenuhi.

Mungkin hanya beberapa orang yang diberi TUHAN kesempatan sampai ke puncak Maslow kemudian menderma dan kemudian mencari harta yang KEKAL.
Benarkah demikian?Jangan tanya saya soal kebenaran,saya juga banyak salah...Kertas Kerja Konsolidasi saja saya tidak balance,apalagi ngomongin yang beginian. :P

Waktu saya ditanya sekarang apa yang paling kau inginkan di dunia ini,satu-satunya yang terlintas di kepala saya adalah "Cari dahulu KERAJAAN ALLAH dan kebenaran-NYA maka semua akan ditambahkan kepadamu."
Klise???
SANGATTT KLISEEE....apalagi buat yang sekarang masih di level 2 atau 3 diagram Maslow,atau bahkan di level 1 pun.Atau yang berada di level 5 mungkin juga mengalami hal yang sama,tidak tau apa yang diinginkannya di dunia ini karena semua telah tercapai,mungkin karena hatinya hampa dengan semua itu.
Hanya saja,akankah kita berani mengatakan ini KLISE jika kita dihadapkan dengan maut??Maut maksud saya adalah saat dimana kita tau waktu kita hidup sebentar lagi?
Akankah emas,berlian,tas hermes,ilmu,suami/istri,ayah/ibu,kekuasaan,dan soft skill kita dapat menjamin waktu kita bisa bertambah satu menit lagi di dunia ini?

Ya saya bukan orang suci,banyak orang di luar sana yang hidupnya jauh lebih layak dibilang suci daripada saya.Saya cuma pendosa yang dulu juga mengatakan KLISE akan hal itu.Saya mengejar harta benda,mengejar kenyamanan yang saya dapatkan dari orang yang salah,saya terlalu pede dengan kemampuan yang saya miliki.
Bukan..bukan maksud saya tidak boleh mengejar kehidupan yang lebih layak.Ya kalau manusia puas-puas saja dari dulu sampai sekarang,mungkin detik ini saya tidak akan menulis di notebook ini,mungkin kita masih menulis di papirus,atau komunikasi pake merpati pos?
Ketidakpuasan manusia penting untuk mendapatkan hal yang baru yang dapat memperbaiki kualitas hidupnya,tapi sampai titik manakah kita dapat mengatakan "CUKUP."
CUKUP dan PUAS menurut saya adalah dua hal yang berbeda..
CUKUP berarti anda sudah puas dengan yang ada,PUAS belum tentu itu cukup untuk anda.
Sebagai contoh,pernah dengar review pertandingan sepakbola misalnya "Manchester United harus PUAS  dengan hasil imbang 0-0."
Tidak pernah ada review pertandingan,"Real Madrid harus menCUKUP diri dengan hasil kali ini.."
Si MU mungkin butuh menang minimal 1-0 supaya bisa lolos ke babak selanjutnya,tapi hasilnya tidak seperti yang mereka harapkan.
Jadi kesimpulannya CUKUP berarti semua kebutuhan sudah terpenuhi (full stop) kalau sudah terpenuhi pasti PUAS (ya kalau ga puas,berarti maruk) sementara PUAS belum tentu semua kebutuhan terpenuhi.

Sudaahh...saya mau galawww AKL 1 & 2 dan banyak mata kuliah lainnya dulu.

TUHAN YESUS memberkati. :)

Kamis, 20 Juni 2013

Problems...

"Masalah" mungkin itu hal yang sangat biasa dijumpai dalam kehidupan,mungkin sama seperti halnya kita bernafas masalah tidak akan pernah hilang dari hidup kita(ya tentu selama kita hidup,walau belum tentu juga setelah meninggal kelak kita tidak memberikan masalah buat orang-orang yang kita tinggalkan).

Seingat saya,saya pertama kali "berkenalan" dengan masalah waktu saya mulai bisa mengingat kejadian.
Masalah saya pertama kali dalam hidup,seingat saya sewaktu saya masih berumur 4tahun..sewaktu itu saya ingin sekali makan roti kalengan yang dibawa almh opung ke rumah sewaktu menjenguk adik saya yang nomor 4 yang baru aja lahir.Sewaktu itu,saya sangat "freak" dengan wafer yang ada di roti kalengan itu.Karena jumlah wafer cuma ada 4 di dalam 1 kaleng,saya harus memikirkan cara agar semua bisa saya makan (karena kakak saya juga sama freaknya dengan saya soal wafer yang ada di roti kalengan itu),padahal opung bawa itu untuk kami berdua,tapi kerakusan satu sama lain lebih besar,ya namanya anak-anak.
Kakak saya bukan orang yang taktis,kakak saya,mungkin karena dia perempuan jadi dia cuma menunggu kesempatan untuk mengambil roti ke atas lemari di kamar bapak-mamak pake kursi dari dapur (kami dilarang masuk kamar bapak-mamak,karena adik saya yang baru lahir sangat sensitif dengan suara..ada suara dikit,pasti nangis,dan membuat gaduh seisi rumah).
Sementara saya sangat taktis,mungkin dari kecil udah keliatan kreatifnya..
Jadi,saya mengamati keadaan...kebetulan ada tante (adiknya mamak) yang cukup lengah dan gampang dibujuk,apalagi sama keponakan cowoknya yang unyu ini..nemani mamak di rumah.dengan mengandalkan muka memelas saya ngomong,"Tan..aku mau ke kamar,mau liat adek bayi...aku rindu.."
setelah negosiasi panjang lebar,bujuk-bujukan anak kecil,akhirnya luluhlah tante saya ini...
Saya diijinkan masuk ke kamar,begitu masuk kamar,saya angkat kursi dapur,saya tumpuk-tumpuk pake baju mamak,saat tangan saya sudah menggapai kaleng biskuit,ternyata bajunya jatuh,saya jatuh,kursinya jatuh,kaleng biskuitnya jatuh,dan...adik saya terbangun,kemudian menangis sejadi-jadinya...
Saya sudah takut setengah idup,ditambah lagi kata-kata kakak,"Mampus kau kan.Makanya jadi orang jangan rakus.Kuadukan kau nanti sama bapak-mamak."

Jam 3 sore,jam harus mandi sore,soalnya jam 5 atau jam 6 bapak-mamak udah nyampe rumah.
Selama mandi (tepatnya dimandiin tante) pikiran saya tidak tenang,apalagi ngeliat muka kakak yang udah kayak musuhnya power rangers yang ketawanya nyebelin itu...rasanya saya pengen kabur dari rumah,terus jadi anak tukang bakso dekat rumah (saya suka iri sama anak tukang bakso dekat rumah,bisa makan bakso enak terus tiap hari,sementara bapak-mamak saya ngelarang jajan-jajan mulai dari kecil.)

Jam 5 lewat-lewat dikit,udah rapi,bersih,udah makan roti Milna,gerbang dibuka...saya makin gak karuan,saya berharap power rangers datang menyelamatkan saya saat ini..
Dengan muka sumringah yang sangat menyebalkan...kakak lari dari arah dapur sambil teriak-teriak... "MAAAKKK....PAAAKKK....TAADII MAIKEL NGAMBIL ROTI DI ATAS LEMARI PAKE KURSI SAMA BAJU,TERUS JATUH,ADEK JADI BANGUNNN..."
dengan ketakutan,mata udah basah,pengen lari ke bapak-bapak tukang bakso aja,tapi tetap makan roti milna (milna enak banget loh dari dulu sampe sekarang... :P),saya duduk di ruang tivi ketakutan minta ampun...

Tapi...untunglah saya punya orang tua yang sangat bijak.Bapak saya duduk di samping saya,sementara mamak sibuk nanya-nanya tante saya luka atau tidak.Saya ingat bapak bilang,"Kenapa kau gitu?".Sambil nangis terisak-isak,saya jawab, "aku...aku...mau wafernya pak...aku gak mau bagi sama kakak."
Terus,bapak masuk ke kamar,dia bawa (kalau gak salah ada 3 biskuit kaleng gede) terus ngeluarin semua wafernya,ada 10 wafer sambil ngomong,"Ini samamu semua."Dengan hati berbunga-bunga,saya ambil wafer itu,tapi kemudian...saya tidak bisa buka wafernya karena diplastikin,biasa dibukain kakak...
Terus saya minta tolong ke kakak,tapi kakak gak mau..katanya,"Buka aja sendiri!"(tapi saya lihat kakak sudah mau nangis),saya kebingungan..karena emang dasarnya orang itung2an,saya bilang ke kakak kalau kakak mau bukain 1,aku kasih 1...
Singkatnya,kakak dapat 5 aku dapat 5..
dan saya tidak kena marah (tapi seumur-umur,semarah-marahnya orang tua saya tidak pernah menyiksa..)siksaan terberat kalau orang tua saya udah marah 
Bapak akan duduk di samping atau di depan,sambil ngomong,"Bang,bapak mau ngomong..."
Mamak akan nangis (ini senjata terakhir semua ibu dimana pun di dunia ini).
Kalau yang dua itu udah terjadi...kiamat kecil mungkin buat kami berlima...hehehe

Well,itu masalah pertama dalam hidupku yang kuingat..
Mungkin setelah itu,aku tidak ingat lagi berapa banyak masalah yang sudah kuhadapi sampai detik ini...
Setiap kali punya masalah,kayak guru sekolah mingguku pernah bilang,"Sini kau masalah..ada TUHAN YESUS ku disini..Berani kau??"
Saya teringat,akan cerita bangsa Israel yang dibawa keluar dari Mesir menuju tanah Perjanjian.
Saya pernah baca,ternyata jarak antara Mesir dan Tanah Perjanjian itu cuma 1minggu lamanya...
Tapi mengapa TUHAN sampai bawa bangsa Israel keliling-keliling gurun selama 40 tahun lebih?
Kalau dibaca-baca lagi,di Kejadian,kita bakal tau ternyata tanah Perjanjian itu dikelilingi oleh bangsa-bangsa raksasa yang buas..sementara orang Israel tidak buas apalagi raksasa..
TUHAN membuat mereka muter-muter agar mereka tau dan sadar betul bahwa mereka harus berlindung 100% kepada TUHAN agar bisa hidup di Tanah Perjanjian..
Jadi istilahnya,TUHAN ngasah si bangsa Israel ini supaya makin tajam imannya kepada TUHAN,agar waktu menghadapi bangsa-bangsa buas di sana,mereka tau kepada SIAPA mereka bersandar.

Mungkin aplikasi yang bisa saya ambil,TUHAN ngasih masalah yang "receh-receh" tapi menurut kita udah luar biasa banget ini untuk mempersiapkan diri kita mendapat TANAH PERJANJIAN yang tentu banyak raksasa-raksasa iblis yang sangat menginginkan kita keluar dari TANAH itu dan kembali ke nistaan hidup.

Sooo....
if you have problems,ga ada salahnya mengeluh,tapi selalu ingat GAK SELAMANYA MENDUNG,HUJAN SEPANJANG tahun..
bakal ada langit cerah yang dihiasi pelangi sehabis itu..

GOD is more than what you can think..
even when you think it can't GOD can. :))

Sabtu, 15 Juni 2013

Takdir Taksi

Ini blog yang kesekian kalinya saya buat.Yang lama,ntah apa kabarnya..
Mau mulai dari intro rasanya malas sekali...

Hanya mau menumpahkan sedikit hasil renungan tiba-tiba sewaktu tadi mau nyetopin taksi tapi gak jadi karena sekali lagi malas...
Saya sudah 23 tahun,tua memang...tua dibanding teman-teman saya yang masih 21,22,bahkan ada yang 19..
Tapi bukan itu masalahnya...

Sungguh saya bersyukur jadi diri saya seperti saat ini,usia 23 tahun dengan cukup banyak pengalaman dan banyak teman.
Jika di kampus,saya sudah pernah mencicipi ujian susulan karena ayah saya meninggal dunia dan saya sudah mencicipi cuti kuliah karena sakit Crohn's Disease ini.

Mungkin benar kata-kata orang bijak,"kau tak kan melihat melihat pelangi bila terlalu dekat.kau harus menjauh dulu agar dapat menikmati indahnya."

Halnya seperti sakit ini yang timbul karena memang daerah kosan yang kurang bersih.Waktu saya diharuskan cuti dari perkuliahan sampai 9bulan lamanya,saya sungguh merasa sangat berat.Apalagi mengingat saya termasuk anak hiperaktif yang kakinya panjangnya bukan main,di kosan hanya untuk tidur,mandi,dan ngenet.

Setelah 3bulan kembali ke perkuliahan,dimana tentu teman-teman saya sudah satu tahap lagi (PKL) sementara saya harus menyelesaikan 11 mata kuliah ini dulu baru berhak PKL.
Perlahan-lahan,saya mulai melihat pelangi itu,...
Kalau dulu saya tidak sakit,mungkin saya akan menjadi manusia paling cuek,hidupnya berantakan,dan jika diangkat jd PNS akan menjadi batu sandungan di kantor (batu sandungan buat citra yang baik,tentunya).
Dulu dengan penghasilan yang sangat lumayan dari radio,saya mungkin dapat pergi ke Bali malam ini juga dan pesta di Legian,pulang ke Bintaro besok malamnya.
Atau pergi dari pagi,ngelayap dengan teman-teman "sejawat" ntah kemana pun itu..
Tidak memikirkan apapun,toh sebentar lagi juga tamat,kerja,jadi PNS,hidup damai,ntar kalau mau pensiun baru mau tobat.

Sekarang,dengan beban 11mata kuliah yang saling kejar-kejaran,serta proses adaptasi yang sangat tidak gampang dengan abang-kakak,ibu-bapak,mas-mbak D4 D3Khusus,D1 OC saya lebih menghargai waktu dan kesempatan yang saya peroleh..
pemadatan kuliah jadi 4sks,waktu kuliah yang saling bentrok satu sama lain...mengajarkan saya kedisplinan dan keuletan yang dulu waktu SD-SMP sangat saya pegang teguh,tapi pelan-pelan memudar sewaktu SMA dan kuliah.

Mungkin kalau tidak karena sakit,saya tidak akan belajar bagaimana harus beradaptasi dengan orang-orang yang lebih senior yang cenderung "pelupa" "anggap enteng" ke yang junior.
(yang ini mudah-mudahan bisa jadi bekal buat nanti masuk dunia kerja yang katanya penuh senioritas,terutama instansi yang saya incar..gosipnya sih ya).

Mungkin kalau tidak karena sakit,saya tidak akan menghargai hidup.Karena tidur di meja operasi,dan dibius itu merupakan pengalaman ternggak enak seumur hidup saya.
Cita-cita saya,saya meninggal tanpa ada rasa sakit,meninggal ya langsung meninggal aja...gak perlu merintih-rintih kesakitan...Goblog?ya namanya cita-cita..

Mungkin kalau tidak karena sakit,malam ini seorang Michael Gorvb Sumbayak NPM 103060016796 tidak akan menulis blog ini,mungkin dia ada di club apa dengan siapa.pulang dengan siapa...muntah-muntah dan jatuh pingsan.

Mungkin kalau tidak karena sakit,malam ini saya tidak akan merasa "sangat kesulitan sekali" untuk hedon(kata teman saya kegemaaran saya beli buku banyak-banyak itu termasuk hedon)..even untuk ke McD sektor 9 pake taksi saja saya mikir ongkosnya berapa..
Minta ke orang tua?
Saya bukan tipe manusia yang menengadahkan tangan untuk berfoya-foya.
Itu hal yang double kill memalukannya.

Saya tidak tau apa dan bagaimana pelangi selanjutnya yang akan saya lihat...
Mungkin akan jauh lebih indahhh...

Seperti kata seorang teman yang dulu sempat dekat dengan saya,"Hidupmu berantakan?Coba lihat hidup orang lain sebelum menjawab."

and for all this way...
i love you more and more my JESUS.