Selasa, 24 September 2013

Izinkan Saya Mengeluh

Izinkan saya mengeluh sekali ini saja...
Sebelum melanjutkan membaca,mohon diperhatikan beberapa point di bawah ini:

  1. Tulisan ini berisikan keluhan saya,jika anda seseorang yang tidak pernah mengeluh dan atau menganggap orang yang mengeluh di blog itu lemah,cupu,dll,lebih baik tidak melanjutkan membaca ini.
  2. Jangan anda mengaitkan tulisan ini dengan tulisan-tulisan saya yang sebelumnya,anda salah...Saya masih berjuang sampai di titik terakhir nanti saya tidak diperbolehkan berjuang lagi.
  3. Tulisan ini berisi keluhan,karena saya manusia biasa yang lemah dan merasa letih.Mungkin dengan menulis seperti ini,mugkin dapat sedikit mengurangi keletihan saya yang lumayan juga kalau diitung-itung.
Bahkan saya tidak tau mau memulai dari mana...
Hahahaha...
Saya cuma ingin bercerita bagaimana saya perjuangan saya dari yang utang 11mata kuliah,sekarang tinggal 3 mata kuliah (Etika PNS,Budaya Nusantara,Administrasi Keuangan Negara)..Teman saya bilang,"Cupu kali tiga mata kuliah...Buatmu sekali babat habislah itu 3mata kuliah..." Saya tersenyum kecut.Kecut karena saya senang masih ada yang percaya dengan kemampuan akademis saya,sedih karena memang keadaannya begini,saya harus bersabar untuk PKL (kemungkinan menunggu teman-teman yang kebetulan kemaren kurang beruntung di semester 6) karena 3 mata kuliah ini.Tidak,saya tidak pernah menganggap enteng kepada satu ilmu pun yang ada di dunia ini.Tidak juga saya merasa sombong,jumawa,belagu,apalah itu...Saya menghargai setiap ilmu di dunia ini,karena saya dan saudara-saudara saya dididik alamarhum ayah kami untuk jadi orang yang haus ilmu pengetahuan(bukan ilmu hitam atau putih).

Tulisan ini lebih didasari oleh rasa letih saya selama 5bulan ini.
Rasa letih saat saya harus belajar memahami,membaur dengan 4kelas(dengan 30 orang di masing-masing kelas),belajar mengaktifkan lagi otak saya yang beristirahat hampir 9 bulan.
Rasa letih ketika saya menyadari ternyata saya sendirian menghadapi ini.
Rasa letih ketika saya harus kuliah sambil lari-lari.Lari-lari maksud saya di sini adalah karena saya menumpang di 4 kelas yang berbeda spesialisasi,dimana jika normalnya mahasiswa itu kuliah ya kuliah dari awal masuk kelas sampai kelas berakhir,saya harus permisi di tengah-tengah kuliah sedang berlangsung (padahal saya sedang asik dengan mata kuliah itu) untuk pergi ke kelas yang lain yang jadwal kuliahnya kadang cuma beda 1 jam atau kadang juga pada jam yang sama.
Rasa letih ketika saya harus UAS di hari bahkan jam yang sama dengan dengan jadwal kuliah,belum cukup,hari itu kelompok saya harus presentasi.Bisa kebayang bagaimana ribetnya mengatur otak untuk belajar UAS dan latihan presentasi.
Rasa letih ketika saya harus melapangkan dada lagi-lagi setelah dibuat tentang hal yang tidak jelas.
Rasa letih ketika saya harus mengelus dada dan menutup telinga saat teman-teman saya ngobrolin masalah wisuda,yudisium,dan bahkan untuk satu kelas yang saya tumpangi,mereka akan PKL 2minggu lagi,sementara saya masih harus di kampus ini.
Rasa letih ketika saya melihat peraturan baru kemudian muncul ketakutan yang luar biasa itu bisa berlaku kepada saya.
Rasa letih dimana saya harus menolong teman saya, sementara saya belum terlalu kuat menanggung ini semua.
Rasa letih karena harus diam,membungkam daripada jadi masalah yang lebih besar.
Rasa letih setiap kali terbangun pagi,dan menyadari saya bukanlah saya 1 tahun yang lalu,yang dengan luar biasanya bisa menyelesaikan,mendapatkan apapun yang saya mau.
Rasa letih setiap kali saya memikirkan dia,yang sudah tidak sekelas dan "sekelas" dengan saya.
Rasa letih yang berujung akan ketakutan akan kehilangan dia dan kemudian mengungkapkannya kepada dia,kemudian dia menenangkan tapi kenyataan tidak seperti yang dia katakan.
Rasa letih akumulatif tiap kali saya tidur ...
Rasa letih yang bahkan pernah membuat saya berdoa agar PENCIPTA saya menidurkan saya selamanya agar ini selesai.

Sudah...

Minggu, 15 September 2013

Selamat Datang,Adik-Adik...

Hari ini,tepatnya pagi tadi sekitar pukul 7-8 pagi WIB,saya terbangun,dan merasa lapar(tidak..tidak pakai joget-joget di lapangan, #krikk).Lepas sarung,pakai celana,pakai baju(seminggu belakangan ini saya tidur cuma pakai sarung karena gerah,panas,dan butuh tatih tayang).Berjalan dengan mata masih sendu,diiringi yawning mendesah beberapa kali layaknya kebo lagi..ya gitulah.,ke arah pemberi gizi dan nutrisi untuk penghuni Kalimongso,khususnya mahasiswa sebut saja STAN,yaitu Bude Pur untuk meminta asupan gizi dan nutrisi pagi seperti biasa.Dengan perjuangan yang sangat berat;jalanan mendaki,turunan tajam,belokan maut,akhirnya saya sampai di warung Bude Pur.Ada beberapa keanehan yang saya dapati di sana,di KFC(Kalimongso Food Court,entah siapa yang pertama kali mencetuskan istilah ini...food court?food court apaan?Yang ada 3 warung makan,salah satunya dan yang paling famous sejagat raya ya jelas Bude Pur ,yang menunya sama semua,ada warkop 24 jam 1 biji,ada warung Gendhis yang vetsinnya menggugah selera...Maaf pak,saya harus jujur,vetsin anda kebanyakan,mending kasih racun tikus aja sekalian,Pak.Puas bapak tampar saya??Tamparrr lagi pakkk...tamphyarrr....)
Oke balik lagi ke keanehan di KFC hari ini,
Biasanya saya ke sana,suasana lengang,dan kalau pun ada yang nongkrong di depan warkop pasti ada yang saya kenal minimal 1 orang.Tadi,semua tempat duduk penuh,yg di dalam,di luar,dan lebih anehnya,tak ada satu pun manusia di sana yang saya kenal.Pengecualian untuk bude pur,suaminya,dan handai taulannya yang sering curhat2an tentang inflasi tinggi dan tingkat pertumbuhan ekonomi yang selalu gagal dicapai dari tahun ke tahun.Yang makan di sana bervariasi,ada yang muda,ada yang mukanya tuwak,ada yang emang udah tuwak...sungguh,saya berpikir saya sedang bermimpi (yang ini beneran) dan sedang ada di tempat antah berantah sebagai visualisasi KFC selama ini.
Setelah lama,diem...sambil merenungi mengapa kebanyakan LKPD susah mendapatkan opini WTP,akhirnya saya sadar kalau mereka ini calon maba-miba kampus saya,sebut saja STAN.
Karena saya males dan merasa belum saatnya spotlight diarahkan kepada saya untuk adik-adik ini,jadi saya urungkan niat beli di bude pur, dan melangkahkan kaki ke gang jengkol,akhirnya bertemu teman SMA yang seangkatan juga masuk kampusnya,makan ketoprak sambil menikmati orang lalu lalang bawa koper...
Jam 11 siang,saya berangkat ke taman CD untuk KTB.Yak,seperti biasa,tradisi KTB,pasti selalu telat,tak terkecuali.....Di taman CD yang 1tahun ini saya kasih nama taman Calm Down,bikin hati galau jadi Calm Down karena gak ada suara berisik,tenang,menikmati angin sepoi-sepoi,kadang sambil mendengar lagu,sirnalah sudah....taman CD kembali menjadi taman CrowDed seperti awal saya menginjakkan kaki di kampus ini.Ada sekelompok teman-teman angkatan saya lagi main2 dengan perban di tengah taman (saya tidak tau jelasnya mereka sedang apa,daripada sok tau,mending anggep aja lagi main-main).
Saya tidak tau harus mencari inspirasi menulis dimana lagi setelah taman CalmDown kembali menjadi taman CrowDed.
Setelah itu,saya melihat para maba-miba itu dianter oleh orang tuanya bahkan ada yang lengkap dengan semua peralatan,mulai dari rice cooker,koper gede 3biji...
Ahhh....yang ini bikin iri saya dan mungkin beberapa teman seangkatan,mungkin juga beberapa kakak angkatan lain..
Dulu waktu pertama kali ke Bintaro,saya tidak diantar orang tua (boro-boro,mereka sibuk sama kerjaan,kalau mereka gak kerja,gue sama adek-adek gue makan pake apa?pake tangan?yakale,gue kanibal...) , dan cuma bawa 1 koper,dapet kosan juga asal2an(kosan pertama saya jauh jika dibandingkan dari kamar saya yang di Medan).
Sekarang,rata-rata mereka dianterin orang tuanya pake mobil bagus,dipilihin orang tuanya kosan yg layak huni,dibeliin semua perlengkapannya...ahhh,serasa anak STAN itu jadi orang-orang kaya semua sekarang ya.
Saya mengerti,sangat mengerti jika itu bisa dilakukan kenapa tidak?Kenapa harus susah-susah seperti saya,kalau bisa gampang?
Saya mengerti,saya sangat mengerti..
Saya tidak permasalahkan itu,apakah kalian siap jika saya katakan adalah,STAN tidak seindah yang kalian idam-idamkan selama ini?
Awalnya akan terasa indah,lulus USM,kuliah di STAN,lulus kuliah jadi PNS.Akan tetapi,pasti dan selalu ada saja faktor-faktor yang membuat itu tidak seindah cita-cita sebelumnya.Saya tidak ingin menjadi cengeng,dengan menangisi keputusan saya tidak mengambil kuliah kampus yang ada gambar Ganesha di pintu masuknya,atau kampus Hijau di kampung halaman saya.Saya sudah mengambil keputusan,seberat apapun itu nanti,harus saya tempuh dan saya selesaikan (minimal sampai ikatan dinas selesai.. :P).
Buat adik-adik saya,sebelum kalian melangkahkan kaki ke dalam gedung G untuk Daftar Ulang,pikirkan lagi,passion (hasrat jiwa) kalian ada dimana?Tolong,singkirkan alasan mau menolong orang tua,meringankan beban orang tua,,,INGAT!!seburuk-buruknya kalian,apapun cita-cita kalian,pasti didukung oleh orang tua kalian.Dan lagi,melihat kenyataan yang ada,sepertinya kalian bukannya meringankan orang tua,belum apa-apa udah ngerepotin orang tua buat bawa ini itu.Yakin mau meringankan beban orang tua?
Saya ingin bercerita kata-kata ibu saya yang selalu deg-degan tiap kali saya sms,"Mak,doakan aku ya,aku mau Ujian ini jam segini".Sungguh,mereka(orang tua kalian) jauh lebih berbeban berat tiap kali kalian mau UTS-UAS nantinya.
Please,jangan kecewakan mereka,jangan kecewakan kami kakak-kakak tingkat kalian dengan sikap manja kalian(ini saya lihat dari banyaknya pertanyaan ke akun twitter @bemstan_ yang isinya berulang,ulang,dan terlalu khawatir.3tahun yang lalu,saya cuma mengandalkan 2lembar kertas print-an syarat daftar ulang,tanpa banyak tanya siapa-siapa,saya bisa kok,semua berkas saya diterima dengan baik),jangan kecewakan masyarakat Indonesia yang membayar uang kuliah kalian,uang saku kalian nantinya kalau sudah tingkat akhir (yang ini gue belum dapet...gue mau uang saku...*pukul-pukul manja sekre* #kemudiandilotak ),jangan pikir kalian kuliah gratis!uang kuliah kalian dibayar sama setiap rakyat Indonesia melalui pajak,kalian punya tanggung jawab ke pengemis yang beli air mineral yang mungkin kalian anggap rendah.
Bersiaplah ditempa di kampus ini...saya tidak menjamin semuanya bakal lancar dan atau semuanya bakal susah,semua tergantung kalian.
Buktikan bahwa angkatan kalian,yang dikatain diterima sampe layer ke-5 ini,bisa tetap bertahan.

Selamat datang,,,dan mari belajar bersama-sama untuk menjadi punggawa keuangan RI.