Selasa, 20 Agustus 2013

Do You Believe??

Beberapa minggu ini,karena sangkin lowongnya jadwal kuliah (ya saya banyak maunya,dikasih jadwal kuliah,ngeluh..ga ada jadwal kuliah,ngeluh juga :P )saya jadi sering mengikuti secara diam-diam,istilahnya silent reader tweet-tweet dari beberapa akun anonim maupun yang tidak anonim.
Akun anonim biasanya memakai username yang cenderung netral dan atau yang lebih menyudutkan mayoritas.Kenapa?Tanya aja ke mereka...saya cuma silent reader.
Akun anonim ini biasanya cenderung ke arah atheist yang berusaha memahami segala sesuatu berdasarkan pengetahuan,HAM,rasional,dan normatif.
Sementara akun yang tidak anonim,berani memakai namanya langsung dan biasanya orang dalam dari satu partai dan atau organisasi yang mayoritas di Indonesia.

Sangat menarik membaca lini masa dua jenis akun ini.Yang satu,berlindung di bawah pengetahuan,jujur saja,saya jadi banyak tau dari akun anonim ini tentang sains,teknologi,bahkan sejarah.
Kemudian,akun yang tidak anonim biasanya sangat relijius dan berlindung di ayat-ayat kitab suci,yang ini saya kurang tau karena kebetulan saya bukan pemeluk agama mayoritas di Indonesia.

Masalah terjadi,ketika dua jenis akun ini saling berbeda pendapat.
Dari masalah ini,saya bahkan lebih takjub lagi...banyak hal di dunia ini yang bahkan saya belum tau,tapi mereka sudah tau.

Akan tetapi,jauh dari lubuk hati saya yang terdalam saya tidak ingin sama dengan salah satu dari dua akun tersebut.
Saya lebih memilih menjadi fusion dari dua akun tersebut.

Mengapa?
Karena,saya tidak mau menjadi orang yang mendustakan pencipta saya.Ya mungkin,agama adalah ciptaan manusia,buat saya agama hanyalah jalan menuju kesatuan dengan pencipta,either is wrong or right.
Terlalu banyak pengalaman iman yang saya alami selama hidup saya,saya sadar betul jika saya minta penjelasan kepada ilmuwan,pasti mereka dapat menjelaskan sampai ke teori-teori mikrokuantum yang bahkan baru saya dengar beberapa detik yang lalu.
Contohnya : saya masih penasaran,kenapa saya harus ke dokter di RS lain di Penang,sementara di Medan sudah sepakat kalau kalau mau ke RS yang biasa keluarga saya pergi ke sana.Kenapa sampai tante saya malah meminta saran ke pemilik kondominium lagi dan menerimanya,padahal sudah jelas ada dokter yang lebih terpercaya,yang pada akhirnya hanya buang-buang waktu dan uang karena penyakitnya tambah parah,dan kembali ke Penang untuk kedua kalinya tanpa meminta pendapat siapapun dan sehat kembali.
Siapa yang mengatur itu semua?Nitrogen?Helium?Aurum?Argentum?Yttrium?Ununquantanium?Saya pikir unsur dan senyawa kimia itu tidak akan bergerak jika tidak ada yg menggerakkannya.
Mengapa saya harus mencicipi kenyamanan dari orang yang salah menurut agama,padahal saya cukup beribadah?Siapa lagi yang mengijinkan itu terjadi?Aluminium?Metanol?Etanol?atau pecahan alkohol lain yang ada di muka bumi ini?
Mengapa almarhum ayah saya dikatakan terkena penyakit jantung,padahal beliau tidak pernah ada riwayat jantung.Sekitar seminggu sebelum beliau berpulang,beliau sempat menyetir sendiri ke luar kota untuk urusan pekerjaannya,sepulang dari sana dia mulai merasakan nyeri di dada.Apalagi itu yang membiarkan ayah saya menyetir sendiri ke luar kota?Bagaimana lagi itu bisa terjadi?Senyawa apalagi yang merengut ayah saya dari keluarga kami,tanpa ada tanda-tanda beliau sakit terlebih dahulu?Apakah Boron menyatu dengan Air Raksa yang membuatnya?

Dan saya juga tidak ingin menjadi pribadi yang mempunyai ketaatan yang membabi buta yang mengindahkan hubungan horizontal dan menuhankan hubungan vertikal saya.
Sangat menyedihkan jika saya menganggap orang lain sekelas di bawah saya hanya karena saya merasa saya taat,merasa agama saya paling benar,menganggap pemeluk agama lain tidak berhak hidup di muka bumi ini.Hanya saya dan agama saya...betapa memuakkannya diri saya jika saya melakukan itu.Dan betapa membosankannya hidup jika mempunyai teman yg tidak berbeda dgn saya.Mana mungkin saya bisa maju kalau tetap di dalam sangkar seperti itu
Betapa hinanya saya jika saya berani-beraninya menganggap orang lain hina padahal saya meyakini adanya TUHAN yang memberikan kehidupan.
Betapa gobloknya saya jika menyangka dengan mencaci agama lain,merendahkan agama lain,maka saya bisa masuk surga.(surga dan neraka,hmm...saya tidak tau ya,saya kurang percaya dengan konsep ini,tapi saya percaya adanya PENCIPTA,krn terlalu banyak nyawa dan hati yang terluka dalam sejarah kemanusiaan demi mengejar surga dan atau menghindari neraka).

Saya teringat suatu khotbah yang mengatakan bahwa,"TUHAN itu ada di dimensi yang tidak terbatas,sementara kita cuma berada di 5 dimensi.Bagaimana mungkin otak kita yang cuma mengerti 5 dimensi ini bisa paham akan TUHAN?"
Saya juga teringat satu lagi,kata guru SD saya dulu sewaktu mengajarkan teori evolusi Darwin.
"Bedanya agama dan sains itu ada dalam waktunya.Agama:Percaya dulu kemudian paham,sementara sains:"Mengalami dulu kemudian baru percaya."
Contohnya,tidak ada yg percaya bumi itu bulat sebelum dibuktikan itu sains.Percaya kepada YESUS berarti siap memanggul salib (penderitaan) itu baru iman.

Jadi,kesimpulannya...
Saya ingin fusion dari dua jenis akun itu;menjadi manusia yg takut akan TUHAN,menghargai kehidupan,dan mengembangkan kehidupan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar